Pencemaran lingkungan dapat dikatakan sebagai pelanggaran hak untuk hidup

Pencemaran lingkungan dapat dikatakan sebagai pelanggaran hak untuk hidup
Berdasarkan analisi yuridis oleh The Great Lawyer di 01:49
Pencemaran lingkungan dapat dikatakan sebagai pelanggaran hak untuk hidup berdasarkan pemaparan berikut ini.

Pada kenyataannya, tindakan pencemaran lingkungan dilakukan oleh manusia dan akibatnya pun dirasakan oleh makhluk hidup terutama manusia sendiri. Kasus pencemaran yang pernah terjadi di Indonesia antara lain sebagai berikut:
• Pencemaran Udara PT Hanil Indonesia yang dirasakan oleh warga Desa Butuh, Boyolali. Ratusan warga Desa Butuh tersebut, menyatakan, bahwa asap yang ditimbulkan dari pembakaran limbah mencemari udara, sehingga barang-barang mereka menjadi hitam bercampur minyak dan sulit dibersihkan dan asap hasil pembakaran mengakibatkan warga mengalami sakit mata.
• Pencemaran Teluk Buyat yang diduga dilakukan oleh PT NMR yang membuang limbah atau tailing melalui pipa ke perairan laut teluk Buyat (Submarine Tailing Disposal-STD). PT NMR dituduh telah menimbulkan pencemaran air akibat buangan tailing ke perairan teluk Buyat. Namun terdakwa Richard Ness diputuskan bebas oleh PN Manado.
• Pencemaran minyak di Desa Tanah Datar oleh PT Lana Harita Indonesia. Air anak Sungai Karang Mumus yang bermuara di Kota Samarinda itu tidak bisa dipakai mandi dan mencuci lagi karena berminyak. Pencemaran air, tanah, dan tanaman, menurut Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kaltim Isal Wardhana merupakan bentuk terampasnya hak dasar warga.
Jika kita melihat kasus-kasus di atas sebagai acuan, maka dapat disimpulkan bahwa tindakan pencemaran lingkungan membawa dampak negatif dan merampas hak asasi manusia yang menjadi korban. Menanggapi isu dalam soal ini mengenai pencemaran lingkungan dan hubungannya dengan hak untuk hidup, maka di bidang lingkungan hidup Indonesia telah meratifikasi berbagai konvensi antara lain Kyoto Protokol yang pada intinya adalah sebuah persetujuan sah di mana negara-negara perindustrian akan mengurangi emisi gas rumah kaca mereka secara kolektif. Bahkan Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan UNCCC di Bali pada tanggal 3-14 Desember 2007.
Hak asasi manusia yang mungkin terlanggar dalam kasus pencemaran lingkungan adalah hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat (Pasal 9 ayat (3) UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (UU HAM)) yang merupakan salah satu bagian dari hak untuk hidup. Hak untuk hidup yang diatur dalam UU HAM terdiri dari: hak untuk hidup, mempertahankan hidup dan meningkatkan taraf kehidupannya; hak hidup tenteram, aman, damai, bahagia, sejahtera lahir dan batin; dan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Hak untuk hidup juga dijamin dalam instrumen internasional antara lain DUHAM dan ICCPR. Pasal 3 DUHAM menyatakan : ‘setiap orang mempunyai hak atas kehidupan,…’ dan Pasal 6 ayat (1) ICCPR menyatakan : ‘setiap manusia memiliki melekat hak untuk hidup. Hak ini harus dilindungi oleh hukum. Tidak seorang pun manusia yang secara gegabah boleh dirampas hak kehidupannya.’. Selain itu, UUD RI Tahun 1945 juga menjamin hak untuk hidup yang tertuang dalam Pasal 28 UUD RI Tahun 1945.

Dengan demikian, jika tindakan pencemaran lingkungan mengakibatkan terganggunya pemenuhan hak untuk hidup yang telah saya uraikan di atas, maka perbuatan tersebut merupakan pelanggaran hak untuk hidup. UU HAM melalui Pasal 90 memberikan perlindungan bagi pihak yang merasa hak asasinya dilanggar untuk mengajukan laporan dan pengaduan kepada Komnas HAM disertai dengan identitas pengadu yang benar dan keterangan atau bukti awal yang jelas tentang materi yang diadukan. Selain itu, bagi kasus pelanggaran HAM berat dapat diajukan ke Pengadilan HAM di lingkungan peradilan umum.

Dibuat oleh : Yomi PYD dan Fernandes Raja Saor
Sumber : http://raja1987.blogspot.com/2009/11/pencemaran-lingkungan-dapat-dikatakan.html

10 Bencana Alam Terbesar di Dunia

Bencana alam merupakan kejadian bencana yang mengerikan yang terjadi di alam semesta dan disebabkan oleh alam itu sendiri. Gempa bumi, Tsunami, Tornado, Banjir adalah contoh dari bencana alam yang kita ketahui, sudah tak terhitung berapa banyak bencana alam di dunia yang telah terjadi.

Berikut ini merupakan daftar dari 10 bencana alam terbesar di dunia !

Peshtigo Wildfire (Oct. 8, 1871)


Storm of the Century (March 12-15, 1993)

Anda pasti belum pernah dengar bencana ini, tapi kebakaran liar yang terjadi di Peshtigo, Wis, menyebabkan hangusnya lebih dari 1 juta are tanah disana. Akhirnya pada October 1871, kebakaran liar ini dinobatkan sebagai kebakaran hebat sepanjang sejarah Amerika. Percikan api ditambah ayunan angin yang kencang sempat membuat “tornado of fire” di tempat kejadian, dan 1,200 orang dicatat telah menjadi korban.
11 tornado, dengan kekuatan badai yang membawa bebatuan es, menghantam seluruh bagian Kanada, Amerika Serikat dan Cuba, akhirnya karena kekuatan badai yang begitu besar, badai ini hingga sekarang disebut “superstorm”. Badai ini menyebabkan kerugian sebesar 6 milyar US$ dan menyebabkan jutaan korban selamat dan 300 korban meninggal.

Great Chilean Quake (May 22, 1960)


Meskipun gempa yang satu ini bukan gempa yang paling mematikan ataupun paling menghancurkan dalam sejarah, tapi dalam segi kekuatan, gempa ini memiliki kekuatan 9.5 magnitude dan juga menyebabkan Tsunami di Valdivia, Chili. Hasil dari gempa tersebut adalah 1,600 orang meninggal dan 2 juta orang korban selamat.

The Super Outbreak (April 3-4, 1974)


Dari namanya saja sudah mengerikan, bagaimana dengan badainya? Yang hanya bisa dijelaskan pada saat itu adalah 148 tornado yang sedang memporak porandakan 13 negara bagian di Amerika. Badai ini tidak berlangsung dalam 1-2 jam saja, tapi berlangsung selama 24 jam penuh.

Akhirnya pada tahun 1974, berita resmi mengumumkan korban meninggal sebanyak 330 orang dan 5,000 orang terluka. Jika 148 tornado tersebut digabungkan, maka akan menghasilkan badai seluas 2,500 mil/segi.

Tangshan, Earthquake (1976)


Di banding gempa Sichuan yang terjadi pada tahun 2008 lalu (69,000 orang meninggal), gempa tersebut tidak bisa dibandingkan gempa Thangsan pada tahun 1976 di China. Gempa Thangsan menewaskan lebih dari 255,000 orang, bahkan melalui data resmi, korban meninggal ternyata dua kali lipat dari hasil tersebut. Gempa tersebut berkekuatan 7.5 SkalaRichter.

Pompeii (79 A.D)


Kejadian ini terjadi sekitar 2,000 tahun lalu, yaitu tahun 79 A.D. Ada sebuah Gunung berapi bernama Vesuvius yang akhirnya meletus pada hari itu selama 1 hari penuh, mengeluarkan abu dan zat racun yang sangat-sangat banyak hingga mengubur kota yang saat itu dinamakan Pompei (peristiwa ini dimanakan pyroclastic flow).

Krakatoa / Krakatau (Aug. 26-27, 1883)


Ketika Krakatau meledak di ledakan ke-4 pada August 1883, Gunung api itu melepaskan 3 kubik mil magma dan itu sama dengan kekuatan energi 1 bom atom. Letusannya terdengar hingga ribuan mil jauhnya. Ledakan Krakatau menggemparkan seluruh negara-negara lautan pasifik, ledakan tersebut menyebabkan seluruh Pulau Krakatau tenggelam hingga dasar laut dan menenggelamkan lebih dari 100 pulau disekitarnya.

Akibat dari letusan Krakatau, 36.000 korban meninggal, kebanyakan disebabkan oleh Tsunami. Abu dari ledakan Krakatau bahkan sampai ke New York melalui udara dan lautan, sehingga menyebabkan penurunan suhu di seluruh dunia selama setahun.
Hurricane Katrina and the 2005 Atlantic Hurricane Season
5 Jenis Badai Katrina yang langsung menghajar Gulf Coast pada August 2005 merupakan hal yang tidak asing lagi. Lebih dari 1,800 orang meninggal karena badai Katrina yang menghajar bangunan-bangunan disana yang dibangun tanpa bisa menahan badai tersebut.

80% daerah New Orleans tergenang oleh air dan daun-daun dari ranting pohon yang berterbangan sangat jauh. Merupakan sebuah peringatan dari alam agar selalu waspada akan bencana alam yang kita tidak akan pernah tahu kapan datangnya.

Indian Ocean Tsunami (Dec. 26, 2004)


Semua peristiwa ini diawali dengan gempa bumi yang sangat besar. Gempa yang berkekuatan 9.1 SkalaRichter itu mengguncang Sumetra, yang berada di kepulauan Indonesia. Gempa tersebut terjadi selama 8 menit yang mematikan. Bagaimanapun juga, gempa sebesar itu masih merupakan awal dari segala bencana.

Setelah beberapa saat, Tsunami yang tercatat terkuat dalam sejarah pun terbentuk dan menuju ke 14 negara berbeda. Korban tewas sebanyak 230,000 jiwa dan 1.7 juta orang korban selamat. Tinggi level air di dunia sempat naik drastis beberapa kaki dalam beberapa hari, hal tersebut akhirnya terukir dalam sejarah sebagai tsunami terkuat yang pernah ada.
“The Great Flood” (sometime a long, long time ago)


Mungkin saja ini kejadian sejarah atau cerita sejarah tentang kejadian pensucian seluruh dunia. Banjir yang sangat mematikan terjadi di seluruh dunia dan kepada seluruh ras di dunia. Banyak juga yang selamat berkat Noah’s Ark yang berlayar dengan ras Sumerian, Indian and Native American legends dan masih banyak lagi. Dan tentu saja ini merupakan salah satu legenda, yaitu seluruh dunia bersatu! Seluruh pendosa akan mati! Species akan terlahir ulang!


Gelar Kejuaraan Arung Jeram Nasional

Gelar Kejuaraan Arung Jeram Nasional
Dalam rangka untuk mempromosikan potensi pariwisata yang ada di Kabupaten Musi Rawas, serta program wisata Visit Rawas River 2010, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Musi Rawas, Sumsel, akan menggelar kejuaraan nasional arung jeram pada 8-12 Desember 2009.

“Kejuaraan ini akan diikuti 20 tim dari berabagi provinsi di Indonesia. Mereka akan menjajal derasnya arus sungai Rawas di Kecamatan Ulu Rawas,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Musi Rawas HA Rachman Achmad, Kamis.

Dikatakannya, semula pendaftaran kejuaraan ini masih dibuka hingga akhir bulan, namun baru beberapa pekan dibuka, peserta yang mendaftar sudah melebihi target yang ditentukan, akhirnya pendaftaran ditutup Rabu (18/11) dan diputuskan hanya menjaring peserta yang berpengalaman saja, karena event tersebut sifatnya kejuaraan nasional.

Dikatakan, kejuaraan itu akan dilaksanakan oleh pengurus Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Musi Rawas dan Sumsel, sedangkan dinas terkait sebagai penyelenggara saja. Dipilihnya sungai Rawas sebagai arena, karena lokasinya menantang dengan arus yang deras serta dipenuhi bebatuan besar dan airnya yang jernih.

Di lokasi, ini selain potensi wisata alam yang menjanjikan juga terdapat objek wisata alam lainnya yaitu hamparan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) serta gua batu Napalicin yang berusia ribuan tahun.

Keberadaan kawasan wisata ini, sebelumnya pada tahun 1990-an sudah banyak dikenal oleh wisatawan mancanegara, baik yang datang untuk hiburan atau penelitian ekosistem, flora dan fauna. Mereka umumnya berasal dari Belanda, Jerman, Inggris dan beberapa negara lainnya.

Namun sejak terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1997, kunjungan turis tersebut terus turun hingga saat ini.

Untuk itu, dia berharap, kejuaraan ini dapat memperkenalkan potensi wisata di Kabupaten Musi Rawas, sehingga bisa memancing kendatangan turis baik dalam negeri maupun asing ke daerah itu.

kejuaraan ini juga diharapkan melahirkan tim arung jeram yang handal yang dapat mengharumkan nama bangsa di arean internasional.


10 Climbing Tips dan Teknik

10 Climbing Tips dan Teknik
memanjat wall climbing atau rock climbing - Pemula dan ahli sama2 dapat menggunakan tips ini untuk meningkatkan kemampuan dan mengesankan orang-orang

1. Bayangkan diri anda pada saat memanjat tangga,bergerak dari yang satu memegang yang berikutnya santai seolah-olah anda sedang menaiki masing-masing anak tangga

2. Hindarilah mencengkeram pegangan atau climbing holds terlalu kuat karena anda akan segera kelelahan pada tangan anda

3. Gunakan selalu kaki anda seperti tangan anda waktu bergerak

Percayalah kaki anda . Anda dapat berdiri diatas kaki anda sepanjang hari. Anda tidak bergaul dengan tangan anda sepanjang hari. Terlalu sering orang-orang menggunakan tangan akhirnya cepat jatuh. Tekniknya sama dengan berlayar mengarungi ombak besar anda pasti menggunakan keseimbangan dengan kaki anda

5. Percayalah pada belayer anda,fokus pada pemanjatan. Jika anda kawatir pada kemampuan belayer anda,carilah belayer plus instruktur yang profesional…..contohnya saya sendiri hehehe…..(pede aja lagee…)

6. Konsentrasilah pada jangkauan,kadang-kadang ada climbing holds yang lebih besar untuk dipegang,belajar lebih sabar untuk mencari pegangan (climbing holds) yang lebih baik buat anda cengkeram

7. Memanjat dari bawah keatas,bukan atas ke bawah. Tentu saja,jika anda melihat keatas arah jalurnya,bukan berarti tidak memperhatikan bagian bawah untuk injakan-injakan kaki mengikuti arah jalurnya

8. Rest position,adalah posisi tangan anda luruskan,yang satu tangan lagi kebawah trus di shaking,setelahnya bergantian tangan,begitu juga dengan kaki,yang satunya jangan menginjak, di shaking juga,bergantian tentunya,sampai tangan dan kaki otot2nya relax

9. High Phobia, takut akan ketinggian adalah normal,pemanjat profesional pun kalau stop climbing 2 bulan saja pasti akan takut lagi,hanya butuh waktu. Itu kenapa buat para pemula jawabannya adalah waktu, waktu akan menyembuhkan rasa takut ketinggian,butuh pengulangan latihan terus menerus dari anda sendiri dan akhirnya takut akan hilang dengan sendirinya,normal tiap orang pasti ada rasa takut ,itu baik buat kita mengontrol diri kita agar menjalani olah raga rock climbing ini harus dan wajib menjalankan safety procedurnya. Aman sekali olahraga ini buat anda sekalian,terutama harus didampingi seorang instruktur yang berpengalaman tentunya. Tidak boleh sendirian ya….nanti dibilang autis loh….

10. Memanjat sama saja dengan latihan menari,anda bisa perhatikan mereka yang profesional,gerakan mereka seperti menari,poros sumbu kita waktu memanjat adalah pinggang, perhatikan pinggang kita sewaktu memanjat,kadang ada gerakan pinggang harus geser ke kanan atau kekiri,memutar pinggang sedikit ….dll . Itu semua untuk membantu keseimbangan kita dalam pemanjatan,sehingga tidak terlalu lelah di tangan,seperti pada items diatas.Okay tunggu apalagi ….mari kita olah raga rock climbing,anda akan mendapatkan hasilnya seperti badan anda lebih lentur(flexible),percaya diri akan ketinggian,dan lebih konsentrasi dan tenang.


Sumber : http://jakartaclimbing.com/?p=98


Gunung Jaya Wijaya Dulunya Adalah Dasar Laut

Gunung Jaya Wijaya Dulunya Adalah Dasar Laut
Bagi pendaki gunung, mendaki jajaran Pegunungan Jayawijaya adalah sebuah impian. Betapa tidak, pada salah satu puncak pegunungan itu terdapat titik tertinggi di Indonesia, yakni Carstensz Pyramide dengan ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Jangan heran jika pendaki gunung papan atas kelas dunia selalu berlomba untuk mendaki salah satu titik yang masuk dalam deretan tujuh puncak benua tersebut. Apalagi dengan keberadaan salju abadi yang selalu menyelimuti puncak itu, membuat hasrat kian menggebu untuk menggapainya.
Tetapi, siapa yang menyangka jika puncak bersalju itu dahulunya adalah bagian dari dasar lautan yang sangat dalam!.Pulau Papua mulai terbentuk pada 60 juta tahun yang lalu. Saat itu, pulau ini masih berada di dasar laut yang terbentuk oleh bebatuan sedimen. Pengendapan intensif yang berasal dari benua Australia dalam kurun waktu yang panjang menghasilkan daratan baru yang kini bernama Papua. Saat itu, Papua masih menyatu dengan Australia.
Keberadaan Pulau Papua saat ini, tidak bisa dilepaskan dari teori geologi yang menyebutkan bahwa dunia ini hanya memiliki sebuah benua yang bernama Pangea pada 250 juta tahun lalu. Pada kurun waktu 240 juta hingga 65 juta tahun yang lalu, benua Pangea pecah menjadi dua dengan membentuk benua Laurasia dan benua Eurasia, yang menjadi cikal bakal pembentukan benua dan pegunungan yang saat ini ada di seluruh dunia.
Pada kurun waktu itu juga, benua Eurasia yang berada di belahan bumi bagian selatan pecah kembali menjadi benua Gonwana yang di kemudian hari akan menjadi daratan Amerika Selatan, Afrika, India, dan Australia.

Saat itu, benua Australia dengan benua-benua yang lain dipisahkan oleh lautan. Di lautan bagian utara itulah batuan Pulau Papua mengendap yang menjadi bagian dari Australia akan muncul di kemudian hari. Pengendapan yang sangat intensif dari benua kanguru ini, akhirnya mengangkat sedimen batu ke atas permukaan laut. Tentu saja proses pengangkatan ini berdasarkan skala waktu geologi dengan kecepatan 2,5 km per juta tahun.
Proses ini masih ditambah oleh terjadinya tumbukan lempeng antara lempeng Indo-Pasifik dengan Indo-Australia di dasar laut. Tumbukan lempeng ini menghasilkan busur pulau, yang juga menjadi cikal bakal dari pulau dan pegunungan di Papua.
Akhirnya proses pengangkatan yang terus-menerus akibat sedimentasi dan disertai kejadian tektonik bawah laut, dalam kurun waktu jutaan tahun menghasilkan pegunungan tinggi seperti yang bisa dilihat saat ini.
Bukti bahwa Pulau Papua beserta pegunungan tingginya pernah menjadi bagian dari dasar laut yang dalam dapat dilihat dari fosil yang tertinggal di bebatuan Jayawijaya.
Meski berada di ketinggian 4.800 mdpl, fosil kerang laut, misalnya, dapat dilihat pada batuan gamping dan klastik yang terdapat di Pegunungan Jayawijaya. Karena itu, selain menjadi surganya para pendaki, Pegunungan Jayawijaya juga menjadi surganya para peneliti geologi dunia.
Sementara terpisahnya daratan Australia dengan Papua oleh lautan berawal dari berakhirnya zaman es yang terjadi pada 15.000 tahun yang lalu. Mencairnya es menjadi lautan pada akhirnya memisahkan daratan Papua dengan benua Australia.
Masih banyak rahasia bebatuan Jayawijaya yang belum tergali. Apalagi, umur Pulau Papua ini masih dikategorikan muda sehingga proses pengangkatan pulau masih terus berlangsung hingga saat ini. Ini juga alasan dari penyebutan Papua New Guinea bagi Pulau Papua, yang artinya adalah sebuah pulau yang masih baru.
Sementara keberadaan salju yang berada di beberapa puncak Jayawijaya, diyakininya akan berangsur hilang seperti yang dialami Gunung Kilimanjaro di Tanzania. Hilangnya satu-satunya salju yang dimiliki oleh pegunungan di Indonesia itu disebabkan oleh perubahan iklim secara global yang terjadi di daerah tropis


2022, Salju Gunung Kilimanjaro Diperkirakan Hilang

2022, Salju Gunung Kilimanjaro Diperkirakan Hilang
BEIJING--MI: Salju di puncak gunung Kilimanjaro diperkirakan akan hilang pada tahun 2022, demikian hasil penelitian para ilmuwan yang dilaporkan National Academy of Sciences, Selasa (3/11).

Menurut glaciologist Lonnie Thompson dari Ohio State University, yang memimpin penelitian, untuk pertama kalinya dalam hampir 12.000 tahun, didasarkan pada analisis inti es, puncak tertinggi di Afrika tersebut mungkin akan bebas es pada awal 2022 atau akhir 2033.

"Dari lapisan es yang ada sejak tahun 1912," Thompson dan koleganya menulis di koran, "85 persen telah menghilang dan 26 persen dari yang tersisa pada tahun 2000 juga telah hilang."

Mengenai penyebab mencairnya salju di puncak Kilimanjaro, beberapa peneliti puncak gunung, termasuk mereka yang terlibat dalam kajian ini, berbeda soal kesimpulan. Mereka berbeda kesimpulan apa penyebab utama melelehnya salju, apakah lebih banyak karena aktivitas manusia atau lebih banyak akibat pengaruh iklim.

Beberapa penelitian menunjukkan hilangnya es terutama disebabkan dengan apa yang dilihat sebagai faktor-faktor lokal: yaitu, kurangnya hujan salju dan juga karena sublimasi, sebuah proses yang mengubah air es langsung menajdi uap pada suhu di bawah titik beku.

Tapi sebuah studi baru muncul, selain karena sublimasi, pemanasan global diduga sebagai penyebab utama melelehnya salju.

"Ini adalah dokumentasi yang sangat teliti mengenai perubahan gletser Kilimanjaro," kata Kevin Trenberth, kepala bagian analisis iklim di National Center for Atmospheric Research di Boulder, Colorado, yang tidak ambil bagian dalam studi. Trenberth mengatakan ia tidak ragu-ragu "bahwa gletser akan hlang dan terus hilang."

"The salju di Kilimanjaro" juga merupakan judul cerita pendek terkenal karya Ernest Hemingway pada 1938 di mana berlatar belakang puncak Kilimanjaro yang sangat indah."(Xinhua/OL-02)


TAMAN NASIONAL GUNUNG RINJANI

Taman mencakup area seluas 41.330 ha di bagian utara Lombok dan menempatkan tiga kabupaten administratif Barat, Timur dan Lombok Tengah. Daerah meliputi 12,357.67 ha di barat, 22,152.88 ha di timur dan pusat 6,819.45 ha di Lombok. Rinjani mendominasi Taman Nasional Lombok, sebuah pulau sebelah timur Bali di kepulauan Indonesia. Pada 3726m itu adalah gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia, bagian dari terkenal cincin api yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Dalam kawah adalah danau Segara Anak spektakuler

Gunung Rinjani Lombok
Gunung Rinjani dengan ketinggian 3.726mdpl, mendominasi sebagian besar luas pulau Lombok. Terletak disebelah timur pulau Bali, dapat ditempuh dengan bus langsung Jakarta-Mataram dengan menyeberang menggunakan ferry dua kali (selat bali dan selat lombok). Dapat juga ditempuh dengan menggunakan pesawat terbang dari Bali.

Gunung Rinjani adalah gunung tertinggi ke dua di Indonesia di luar pegunungan Irian Jaya. Gunung Rinjani masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, dengan luas taman sekitar 40.000 hektar. Dikelilingi oleh hutan dan semak belukar seluas 76.000 hektar.


Gunung Rinjani memiliki kawah dengan lebar sekitar 10 km, terdapat danau kawah yang disebut danau Segara Anak dengan kedalaman sekitar 230m. Air yang mengalir dari danau ini membentuk air terjun yang sangat indah, mengalir melewati jurang yang curam. Danau Segara Anak ini banyak terdapat ikan mas dan mujair, sehingga sering digunakan untuk memancing. Dengan warna airnya yang membiru, danau ini bagaikan anak lautan, karena itulah disebut "Segara Anak".

APA YANG ANDA BISA LIHAT
Taman Nasional Gunung Rinjani terletak dalam zona transisi utama (Wallaceae) di mana flora dan fauna di Asia Tenggara yang dramatis membuat transisi ke dalam apa yang khas Australasia. The Park memiliki kekayaan berbagai jenis tanaman dan binatang, walaupun mereka sulit untuk dapat tempat karena hutan hujan dataran dan penutup.
Kadang-kadang terlihat awal di pagi hari adalah daun Eboni langka monyet hitam, yang dikenal secara lokal sebagai Lutung. Long tailed abu-abu monyet atau Kera adalah umum di Lombok dan laki-laki tua yang terlihat di bibir kawah. Rusa rusa penghuni hutan dan kadang-kadang terlihat di sepanjang jalur perjalanan Rinjani. Barking rusa yang lebih kecil atau Kijang memiliki alarm panggilan dengan berbeda seperti anjing menyalak. Cari tanah yang terganggu di mana babi liar atau Babi hutan telah mencari makan. Juga ditemukan di hutan adalah kucing Leopard atau Bodok sayangnya, Palm musang atau Porcupine atau Ujat dan Landak.
Berbagai warna-warni burung hidup di hutan-hutan taman nasional. Mungkin yang paling terkenal ikon dari Park adalah Sulphur Crested Cockatoo yang tidak ditemukan lagi di sebelah barat Lombok. Banyak hewan yang tinggal di hutan, serangga, burung, monyet berutang civets dan kelangsungan hidup mereka kepada pohon ara liar atau Beringin sebagai penyedia makanan dan tempat berlindung. Pinus-seperti spesies Casuarina, Cemara, adalah sebuah fitur pada lereng berumput yang lebih tinggi. Anggrek anggrek atau juga sebuah fitur pada daerah padang rumput, seperti yang Edelweiss atau Bunga Abadi pohon yang tumbuh di atas garis, melainkan sebuah ikon yang indah Park dan salah satu yang paling terkenal tumbuhan sub-alpine.

RINJANI TREK INFORMASI
Rinjani Trek Centre: Pusat terletak di atas trailhead desa tradisional Senaru dan Rinjani Information Centre yang terletak di desa Sembalun Lawang. Mereka menawarkan informasi dan menampilkan bagi pengunjung di perjalanan, Taman Nasional, budaya Sasak dan berbagai kegiatan yang tersedia di Senaru.
Menampilkan meliputi peta, Taman interpretasi, berjalan-jalan desa dan pedoman lingkungan. Semua pengaturan perjalanan dapat dibuat di sini, wisata budaya dan pembelian memesan terbuat dari produk lokal dan kerajinan tangan.
Taman Biaya: Biaya dibayar di Rinjani Trek Centre. Mereka berkontribusi terhadap perlindungan, pemeliharaan dan pengelolaan Taman Nasional, Rinjani Trek rute, desa atraksi dan fasilitas pengunjung.
Panduan dan Porters: terlatih dan berlisensi panduan dan kuli angkut yang tersedia. Anda akan memerlukan tiga hari dan dua malam untuk perjalanan dari Senaru melalui danau kawah yang spektakuler, untuk Sembalun Lawang (atau sebaliknya). Lebih banyak waktu akan diperlukan untuk menjelajahi puncak Gunung. Rinjani.
Semua pengaturan perjalanan dapat dibuat dan dibayar di Rinjani Trek Centre. Jika tidak dengan panduan, pastikan Anda dilengkapi dengan baik dan memiliki pengetahuan tentang gunung keselamatan.
Peringatan: The Rinjani Trek adalah gunung yang menantang berjalan dan Anda harus siap dengan peralatan yang baik, pakaian hangat dan tahan angin. Parah Rinjani dapat menarik badai, keringanan dan angin kencang. Ketika cuaca diselesaikan, matahari sangat ketat dan malam dingin. Bagian dari jalan setapak yang curam dan licin. Hati-hati terhadap cuaca buruk dan risiko terkena basah dan dingin (hipotermia). Jika terperangkap dalam badai listrik, berlindung dan menghindari punggung menonjol. Hati-hati terhadap ular, dan menyengat serangga dan tanaman. Lintah dapat menjadi gangguan pada musim hujan.

Catatan: Setiap tahun, selama musim hujan kegiatan trekking tertutup dari bulan Desember sampai Maret.

Vulkanik Bahaya: Meskipun Mt. Rinjani belum meletus dalam catatan sejarah, Mt. Baru (2.363 m) di danau kawah gunung berapi yang aktif. Hal terakhir meletus pada tahun 1994 secara dramatis. Periksa papan pengumuman untuk bahaya baru-baru ini, dan menerima nasihat dari staf taman dan panduan.
Spring Air: Sumber air segar adalah ciri perjalanan dan menentukan tempat perkemahan. Panduan Anda tahu di mana ini. Selama bulan-bulan kering (Juli-September) beberapa mata air menghilang. Taman staf dan panduan selalu memantau sumber air ini untuk menentukan kelimpahan mereka. Komunikasi: Anda disarankan untuk memastikan bahwa petunjuk ini membawa alat commuinication seperti ponsel. Radio juga tersedia untuk sewa di Rinjani Trek Centre. Dalam keadaan darurat otoritas Taman Nasional juga dilengkapi dengan radio komunikasi.

BUDAYA TIPS

Tersenyum dan menyapa orang-orang, terutama orang tua.
Berjabat tangan, lembut.
Terima keramahan dan makanan. Anda tidak perlu makan dan minum, tetapi sopan untuk
Mengucapkan selamat tinggal dan terima kasih ketika Anda pergi.
Berpakaian sopan. Perempuan harus menjaga lengan atas dan paha tertutup.
Membungkuk dan berjalan di sekitar orang-orang yang duduk ketika anda harus lulus.
Hanya menggunakan tangan kanan untuk makan dan tangan benda-benda atau uang kepada seseorang.
Pastikan untuk duduk di tingkat yang sama seperti masyarakat lainnya.
Memakai sarung ketika memasuki rumah Melokaq (pemimpin Adat) dan ketika ikut serta dalam ritual dan upacara adat.

Jangan Memasuki rumah, bangunan atau desa tanpa diundang.
Memakai sepatu di dalam rumah.
Titik pada orang-orang dengan jari Anda. Jangan pernah menggunakan kaki Anda untuk menunjuk objek atau orang.
Titik bagian bawah kaki Anda secara langsung pada orang-orang sambil duduk di lantai.
Menyentuh siapa pun kepala.
Melangkahi orang atau makanan di lantai.
Makan dengan tangan kiri, atau menggunakan tangan kiri Anda untuk memberi atau menerima benda atau uang.
Angkat suara Anda, terutama dalam kemarahan.



Senaru
Desa Senaru, yang mudah 2,5 jam perjalanan dari Mataram atau Senggigi, adalah akses utama ke Taman Nasional. Sebagai tujuan non-trekking juga populer - yang sejuk, penuh bunga-desa pegunungan yang membentang di sepanjang sisi bukit di atas memacu Bayan. Senaru memiliki berbagai macam akomodasi di rumah sederhana tetap (Losmen), dan sejumlah kafe-kafe melayani lezat setempat. The Rinjani Trek Centre di trailhead menawarkan display, kegiatan ekowisata, dan informasi pengunjung. Desa panduan, termasuk beberapa perempuan lokal, mengantar kunjungan ke desa tradisional yang berdekatan, tiga air terjun, dan sejumlah Desa Walks. Sirkuit termasuk satu jam sawah berteras dan Air Terjun Walk, atau menemukan highlights dari Senaru dalam setengah hari yang indah Senaru Panorama Walk.

Sembalun Lawang
Sembalun Lawang diatur dalam kaldera kuno dan subur di sebelah timur Gunung. Rinjani, rute akses yang lebih disukai untuk summiteers. Tanah yang kaya menghasilkan kebun pasar kualitas tinggi tanaman, termasuk bawang putih yang terkenal dan beras, pokok petani lokal. Aktivitas seismik dipantau setiap hari pada pemerintah Pusat Vulkanologi Rinjani.

Lembah yang indah dari Sembalun juga dikenal dengan bukit berjalan-jalan, baru-baru ini dipulihkan desa tradisional, artis dan budaya aktif penenun lokal.

Beberapa rumah tinggal (Losmen) tersedia akomodasi dan jasa perjalanan berbasis di Taman Rinjani Information Centre. Juga bertanya tentang jalan-jalan lokal: Desa di Sembalun Lawang Walk, untuk mengalami keindahan pemandangan desa dan / atau Wildflowers Sembalun Walk, selama dua hari satu malam berjalan kaki untuk melihat bunga-bunga liar di Propok di Gunung Rinjani National Park.


Bagi orang-orang Lombok, Sasak dan Bali sama, Mt. Rinjani dihormati sebagai tempat suci dan tempat kediaman dewa. Danau kawah adalah tujuan ziarah bagi puluhan ribu setiap tahun. Tempat peziarah persembahan dalam air dan mandi pergi penyakit di mata air panas. Bagi pengunjung, tiga hari Rinjani Trek rute dari Senaru ke tepi kawah, turun ke danau kawah kemudian ke Sembalun Lawang, dianggap salah satu yang terbaik treks di Asia Tenggara. Trekker berjiwa petualang bertujuan untuk puncak, mencapai yang terbaik dari Sembalun Lawang kembali setelah empat hari untuk Senaru.

Puncak Gunung Rinjani diyakini oleh masyarakat Lombok sebagai tempat bersemayam ratu jin, penguasa gunung Rinjani yang bernama Dewi Anjani. Dari puncak ke arah tenggara terdapat sebuah kaldera lautan debu yang dinamakan Segara Muncar. Pada saat-saat tertentu dengan kasat mata dapat terlihat istana Ratu Jin.



Tips Naik Gunung ; Aman, Nyaman dan Selamat

Tips Naik Gunung ; Aman, Nyaman dan Selamat
Aktivitas naik gunung, adalah hobby, tantangan dan sekaligus aktivitas yang bisa melepas kepenatan dan stress. Ini yang menyebabkan orang sangat menyukai aktivitas naik gunung. Hobby naik gunung di sini tidak selalu berarti aktivitas mendaki gunung, tetapi bisa juga mendaki bukit, mengunjungi lautan dan aktivitas lainnya. Sehingga tips berikut adalah semacam rangkuman tips untuk anda yang suka berpetualang ke alam.

PETUALANGAN.
Persiapan Pendakian :
Bagi para petualang, mendaki gunung atau kegiatan petualangan alam lainnya adalah kegiatan yang sangat menyenangkan. Bagaimana tidak, dengan melakukan kegiatan ini, maka seseorang bisa menyaksikan keindahan alam yang luar biasa di puncak gunung atau alam. Belum lagi dengan pemandangan yang bisa ditemui di sepanjang perjalanan.

Namun acara petualangan tetap memerlukan persiapan khusus, baik teknis maupun fisik. Sebab jika tidak, maka bisa jadi mendaki gunung akan menjadi kegiatan yang sangat tidak menyenangkan. Bahkan lebih dari itu, tanpa persiapan khusus, seorang petualang bisa mengalami celaka. Kami The Lost Boy punya prinsip, “petualangan haruslah menyenangkan dan tidak boleh sengsara“.


Berikut Beberapa Persiapan :
1. Carilah informasi yang lengkap dan mendetail mengenai tempat yang akan anda tuju
2. Siapkan Peta kalau ada
3. Cari juga isu-isu yang sedang berkembang di sana untuk untuk kemananan anda
4. Rencanakan berapa hari anda akan pergi
5. Siapkan Kompas dan peta jalur yang akan anda lewati
6. Cobalah untuk mengetahui tempat masyarakat terdekat yang bisa anda hubungi
7. Bawalah alat komunikasi yang bisa mendukung anda untuk berkomunikasi pada jarak tersebut.(Jika HP pilihlah simcard yang mempunyai daya jangkau luas)
8. Bawalah alat keamanan (pisau, pisau lipat, golok, pistol, senter beserta baterai cadangan)
9. Informasikan tentang rencana anda kepada orang-orang terdekat anda dirumah

10.Buatlah perencanaan aktivitas anda ketika sudah sampai dilokasi
11.Kemaslah barang sesimpel mungkin. Tentukan carrier yang enak dipakai dan tidak terlalu besar
12.Lebih baik mendirikan tenda tidak lebih dari jam 5, biar bisa bikin camp yang nyaman, nyari kayu
bakar dan bikin api sebelum gelap
13.Jika terjadi kabut tebal atau hujan lebat dan ada anggota yang kedinginan maka disarankan cari tempat berlindung kemudian masak atau makan, jika ada makanan yang siap langsung makan. Bikin lingkaran, lindungi anggota yang tampak lemah. Jangan biarkan ada yang tidur. Jika tidak ada tempat berlindung maka perlindungan bisa dibuat dengan mendirikan tas carrier melawanarah angin, gunakan ponco atau fly sheet untuk membuat atap dan berlindung di bawahnya kemudian nyalakan kompor untuk masak atau makan
14. Jangan segan2 menyapa pendaki lain, siapa tau sewaktu2 kita butuh pertolongan mereka
15. Jangan menyepelekan perhitungan logistik
16. Jangan mudah panik kalau tersesat, cari saja jalan setapak yg paling besar (meskipun bukan jaminan, karena kadang2 jalan kelihatan besar karena seringnya orang tersesat di jalan itu)

Kesiapan Mental :
Jangan meremehkan kondisi mental karena mental amat berpengaruh, karena jika mentalnya sedang fit, maka fisik pun akan fit, tetapi bisa saja terjadi sebaliknya. Untuk mengetahui keadaan mental seseorang dalam kondisi fit atau tidak memang tidak mudah. Tentunya yang lebih memahami keadaan mental ini adalah diri kita sendiri. Kesiapan mental secara pribadi akan sangat berpengaruh pada kondisi tim. Jika kesiapan mental tidak dalam kondisi fit alangkah baiknya jika tidak memaksakan diri.


Yang Harus (Perlengkapan) Dibawa :
1. Senter
2. Rain Coat (jas hujan)
3. Air Putih
4. Kompor
5. Tenda
6. Tali / Tampar
7. Snack
8. Minuman Suplemen jika diperlukan (ex : pocari sweat tapi yang serbuk)
9. Garam
10. Hiking Boots (sepatu daki)
11. Kompas (GPS bisa)
12. Obat P3K
13. Balsem
14. Tablet Pemurni Air
15. Pembalut (khusu wanita)
16. Gula Merah / Coklat
17. Pisau
18. Korek
19. Antis
20. Roti tawar dengan selai yg manis dan keju, mengeyangkan dan pasokan lemak tubuh tercukupi, di gunung udara dingin, lemak sangat bermanfaat untuk menghangatkan
21. Kacang, juga fungsi yg sama seperti keju, selain u temen ngobrol
22. Perban
23. Tensokrap
24. Antibiotik
25. Betadine
26. Matras
27. Carrier
28. Kantung Plastik
29. Sleeping Bag
30. Tenda
31. Camera
32. Payung
33. Penunjuk Waktu
34. Topi
35. Slayer
36. Cover Bag
37. Peralatan Makan
38. Teropong
39. Kartu Identitas Diri
40. kaus Kaki
41. Kaus Tangan
42. Peluit


* Selamat Mencoba *

Yes...Man
Semoga Perjalanan Kalian Sukses


Sherchan Akhirnya Diakui Sebagai Pendaki Gunung Tertua

KATHMANDU, (PRLM).- Setelah harus melewati proses yang sangat lama, akhirnya Mih Bahadur Sherchan, seorang pendaki gunung berusia 76 tahun dari Nepal, secara resmi diakui sebagai pendaki gunung tertua yang berhasil meraih puncak gunung Everest. Seperti dikutip ABC News, Selasa (24/11),


Sherchan mencapai puncak gunung tersebut pada bulan Mei 2008, tetapi saat itu dia tidak memiliki bukti yang cukup. Rekor dunia pada saat itu diberikan kepada seorang pendaki gunung dari Jepang, yang berusia satu tahun lebih muda.

Perdana Menteri Nepal Madhav Kumar Nepal, memberi selamat kepada Sherchan, mantan anggota Gurkha yang mengatakan dia mendaki gunung Everest untuk perdamaian dunia.

Nepal adalah negara yang memiliki paling banyak warga negara yang memecahkan rekor dunia yang berhubungan dengan gunung Everest, termasuk pendaki tercepat, pendaki yang paling lama bertahan di puncak, dan juga pendaki termuda.

PENDAKIAN GUNUNG PRAU II

Seiring dengan pendakian Gunung Prau saat pengembaraan calon anggota muda tanggal 27-30 April 2009 maka atas kesepakatan dari kepengurusan, kami melakukan pendakian gunung prau ke II dengan tekhnis pemasangan plank marker jalur gunung prau sebagai tanda dari pembukaan jalur pada saat pengembaraan.
Dari kepengurusan berangkat 5 orang, yaitu Andrie (Telo), Ridho(Te2r), Yayang(Bulus), Dwi(Comel), Sugiyono(Cilek) dan 1 dari alumni yaitu Lorensia(Pacet) dengan menggunakan sepeda motor..



Kami berenam berangkat dari Semarang Hari Jum'at tanggal 22 Mei 2009 pukul 12.30 WIB atau setelah sholat jum'at, sementara 4 orang (Telo,Cilek,Comel dan Loren) telah berangkat duluan dari Base camp Mapalast, saya dan bulus berangkat dari Banyumanik. Kami sepakat bertemu di Pasar Boja, Saat kami berangkat hujan turun lebat sejak dari Boja sampai Sukorejo, bahkan saat di tengah perjalanan ada sebuah pohon bambu yang tumbang dan menghalangi jalan kami, tapi kami masih bisa untuk melewati jalan tersebut walaupun harus ekstra hati-hati karena sungai di penggir jalan pun meluap sampai ke tengah jalan yang kami lewati. Akhirnya kami sampai di Rumah Pak Supri yang biasa di jadikan Base Camp Pendakian Gunung Prau yang tempatnya di Dusun Kenjuran Desa Purwosari, Sukorejo pukul 3 Sore dengan pakaian yang setengah basah karena kehujanan.

Sesampainya di Rumah Pak Pri kami di sambut dengan hangat oleh Pak Pri dan Istrinya yang tentunya masih mengenali sebagian dari kami yang sebelumnya pernah singgah di kediamannya saat pendakian Gunung Prau I pada waktu pengembaraan calon anggota muda
Sejenak kami beristirahat membersihkan badan setelah itu ada sebagian dari kami yang sibuk membantu Bu Pri menyiapkan makanan, menonton TV sedangkan saya dan Cllek sibuk mengecat plank marker yang akan kami pasang di jalur pendakian kami besok. Setelah makanan siap kamipun langsung ke meja makan guna menyantap makanan yang telah disediakan sekaligus untuk menambah energi kami setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan melelahkan.

Sehabis makan Saya dan Cilek kembali melanjutkan pengecatan plank marker sedangkan yang lainnya asyik menonton TV sambil berbincang-bincang dengan Pak Pri dan Bu Pri, hingga tak terasa maghrib telah terlewati dan berganti dengan suara adzan isya'. Pukul 9 Malam Comel terlihat sudah tidur karena kecapek'an tak lama kemudian Loren pun menyusul untuk tidur melepas lelah. Sementara plank telah selesai di cat saya dan Cliek langsung ikutan gabung untuk menonton TV dan acara yang kami tonton yaitu Film kolosal Gladiator. Sampai film itu selesai kami langsung tidur agar tidak kesiangan keesokan hari saat akan mulai mendaki.

23 Mei 2009
Pukul setengah enam kami terbangun dengan sedikit rasa lelah yang masih terasa kami mencoba bangun untuk segera mandi, sarapan dan packing. Setelah satu per satu dari kami selesai mandi, kami langsung sarapan pagi, dan setelah itupun kami mulai packing untuk memulai pendakian.

Pukul setengah 9 Pagi kami ber 5 (Te2r, Telo, Comel, Cilek dan Loren) langsung berpamitan dengan Pak Pri dan Bu Pri untuk langsung mendaki sementara Bulus tidak ikut turut serta mendaki dan memilih untuk tetap di base camp pendakian.
Perjalanan dimulai dengan melewati ladang penduduk sekitar, dan setelah setengah jam berjalan kami tiba di perbatasan pinus disitu terdapat persimpangan antara jalur pendakian umum (ke kanan sedikit menurun) sedangkan kami berjalan lurus dan sedikit menanjak, karena jalur itulah yang digunakan pada saat pengembaraan dan yang akan kami beri tanda plank marker.

Setelah berjalan hampir 2 jam kami sampai di perbatasan Rumput ilalang dengan hutan lebat. Tak lupa sepanjang perjalanan kami memasang plank marker pada titik-titik yang kami anggap perlu.
Di tengah perjalanan kami berhenti sejenak karena waktu menunjukan pukul 12.15 WIB dan saatnya untuk makan siang mengisi perut kami yang mulai kosong, posisi kami berhenti masih di bawah Shelter I dan tanpa berpikir lama kami langsung menyantap bekal makan siang yang kami bawa dari base camp pendakian sementara Comel dan Loren memasak Mie Instant sebagai tambahan makan siang kami.




Setelah cukup kenyang, kami kembali melanjutkan perjalanan melewati jalan yang semakin menanjak dan hutan yang masih sangat lebat sekaligus lembab dan basah karena habis di guyur hujan kemarin. Tak terasa 4 jam kami berjalan akhirnya kami sampai di Shelter II yang cukup untuk mendirikan satu Tenda tapi kami langsung berjalan menuju Shelter III untuk tempat bermalam nanti.

Kami tiba di Shelter III Pukul 3 Sore atau tepatnya 5 jam perjalanan dari base camp pendakian dan langsung mendirikan tenda serta flyshit, serta sebagian lagi memasak mie serta membuat kopi untuk sedikit menghangatkan tubuh kami, sekitar jam setengah 5 sore kami semua telah berada di dalam tenda sambil berbincang-bincang sampai pukul 9 Malam dan kamipun tidur setelah terasa mengantuk dan lelah yang masih terasa.







24 Mei 2009
Pukul 6 pagi kami bangun, Comel dan Loren menyiapkan makan pagi, setelah selesai makan pagi dan bersantai sejenak menikmati suasana pagi hari. setelah cukup lama akhirnya Saya, Telo dan Loren segera packing untuk persiapan ke puncak, sedangkan Comel dan Cilek tetap tinggal di Shelter III untuk menjaga barang-barang kami semua. Pukul 9 pagi kami (saya,Telo dan Loren) berangkat ke puncak, perjalanan melewati hutan basah dan setelah sekitar 20 menit kami sampai di padang rumput luas yang sangat indah. Perjalanan sekitar 30 menit dari padang rumput kamipun sampai di puncak gunung Prau. Di sekitar puncak terdapat tower-tower yang menjulang, dan dari atas puncak kita juga bisa melihat suasana Dieng yang menawan terlihat pula Telaga warna serta kawah di Kawasan Dieng.











Sekitar 15 Menit kami di puncak sambil berfoto mengabadikan moment siang itu serta memakan snack coklat untuk menambah energi kami. Kami bertiga turun dari puncak ke Shelter III selama kurang lebih 40 menit disitu telah menanti Cilek dan Comel, setelah istirahat dan packing di Shelter III sekitar pukul Setengah 12 siang kami turun untuk menuju ke base camp pendakian, ditengah jalan kami di guyur hujan lebat, kamipun terpaksa berhenti sejenak untuk memakai jas hujan, perjalanan terasa berat karena dengan suasana hujan yang lebat kami masih harus memasang sisa-sisa plank marker yang belum terpasang saat pendakian naik kemarin.
Kurang lebih 3 jam atau pukul 14.30 WIB kami sampai di base camp pendakian, waktu itu yang ada di base camp pendakian cuma Pak Supri di temani Bulus karena Istri Pak Supri sedang ada keperluan di Purwodadi.






Setelah bermusyawarah kami ber 6 sepkat untuk pulang sore ini juga, setelah makan sore dan bersih-bersih badan serta beristirahat sejenak, pukul setengah 6 sore kami berpamitan dengan Pak Pri untuk pulang ke Semarang. Terasa berat dan sedikit rasa sedih harus kembali cepat-cepat ke Semarang, Kami memilih lewat jalur Boja walaupun dengan jalan yang masih di dominasi oleh hutan yang lumayan gelap untuk di lewati sepeda motor, dengan perjalanan yang cukup lama dan sangat melelahkan akhirnya kami tiba di Semarang pukul 20.30 WIB atau dengan menempuh sekitar 3 Jam perjalanan. Sesampainya di Semarang kami langsung menuju ke Rumah ataupun Kos masing-masing.

NEVER ENDING MAPALAST!!!


LATGAB DIVISI CAVING PID JATENG

LATGAB DIVISI CAVING PID JATENG adalah salah satu program kerja dari PID JATENG. Dalam LATGAB yang saya ikuti ini adalah Kegiatan Latihan CAVING yang dilaksanakan di Dusun Guwo, Desa Kemadoh Batur, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan tanggal 15 - 17 Mei 2009.



Kegiatan ini diikuti oleh 18 Peserta dari berbagai MAPALA se-JATENG. Saya bersama peserta dan panitia berangkat Pukul 13.00 WIB dari Basecamp MAPALAST dengan menggunakan truk menuju Grobogan. Meskipun menggunakan truk tapi kami sangat menikmati sekali perjalanan itu. Selama perjalanan kami saling berkenalan, bercanda bersama dan ada pula yang tidur. Ketika kami sedang asyik-asyiknya bersenda gurau tiba-tiba truk berhenti, kami berfikir sudah sampai pada tempat tujuan. Tapi ternyata, kita harus berganti truk karena truk yang pertama tidak berani mengantar ketempat yang kami tuju, karena jalannya yang berbelok-belok, berbatu dan terjal. Setelah berganti truk kami melanjutkan perjalanan dan akhirnya sampai tujuan sekitar Pukul 16.30 WIB. Setelah sampai, kami menurunkan semua barang-barang kami dan beristirahat di rumah Bapak Kepala Dusun yaitu Bapak Bambang Sumantri dan kami gunakan sebagai Basecamp kami selama kegiatan.








Malam hari sekitar Pukul 18.15 WIB kami semua berkumpul di basecamp untuk mengikuti sarasehan yang diikuti oleh semua peserta, panitia dan juga Bapak Kepala Dusun Guwo yaitu Bapak Bambang Sumantri. Dalam sarasehan tersebut ada sambutan dari Bapak Bambang Sumantri yang memperkenalkan semua keluarganya dan menceritakan sejarah Dusun Guwo. Bapak Bambang juga memberitahu semua gua yang ada di dusun guwo yaitu Gua Urang, Gua Gajah dan Gua Kembang yang katanya sudah masuk Wilayah Pati tetapi berdekatan dengan Dusun Guwo. Bapak Bambang menceritakan semua masalah yang terjadi di dusun yang dipimpin yaitu salah satunya tentang sulitnya air di dusun tersebut. Dalam permasalahan ini Bapak Sumantri mendapatkan bantuan dari Yayasan Kristen untuk menyelesaikan masalah ini yaitu sumbangan pembuatan saluran air yang mata airnya di ambil dari dalam gua urang. Setelah ada pemberitahuan itu, Bapak Bambang meminta bantuan dari Organisasi ASC untuk mencari titik mata air yang ada di dalam gua dan memberinya tanda, sehingga dalam pelaksanaanya besok, pipa dapat langsung dipasang di tempat yang sudah terdapat tanda tersebut. Bapak Bambang juga memberitahukan pada kami supaya besok pada saat kami eksplor di dalam gua urang kita tidak merubah atau merusak tanda tersebut. Seperti itulah yang dikatakan beliau dalam sarasehan. Acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, yang pertama oleh Koordinator PID JATENG Mas Kaleng, dilanjutkan sambutan oleh Ketua Pelaksana kegiatan PID JATENG Mas Ikror tentang kegiatan yang akan kami laksanakan dan dilanjutkan perkenalan oleh semua peserta, panitia secara bergantian lalu diakhiri dengan makan malam bersama.
Selesai makan malam Pukul 18.15 WIB kami semua berkumpul lalu melanjutkan sarasehan dan diskusi dengan tema “Mengangkat tentang Kawasan Karst” yang dipimpin oleh Mas Bulus. Dalam diskusi ini juga mengangkat masalah yang dikemukakan Pak Bambang sebelumnya. Banyak sekali pertanyaan yang diajukan oleh peserta kepada beliau terhadap masalah tersebut. Masalah tentang pembangunan saluran pipa air dan dampaknya terhadap kelangsungannya di kehidupan Desa Guwo. Selain tentang masalah sulitnya air ada juga peserta yang menanyakan tentang pengambilan fosfat yang dibuat pupuk oleh warga dari dalam gua. Setelah tidak ada pertanyaan dari peserta, sarasehan ditutup dan di lanjutkan degan ceklist alat yang di bawa kemudian tidur.
Di pagi yang cerah pada hari kedua, bangun pagi dan bersih-bersih mengisi acara pertama kami. Dilanjutkan senam pagi bersama kemudian makan pagi. Pukul 07.00 WIB kami bersiap-siap untuk eksplor gua horizontal yaitu Gua Urang. Akhirnya kami dibagi dalam dua kelompok disebabkan kurangya peralatan. Kelompok satu melakukan ekplor dan kelompok yang kedua melaksanakan simulasi. Masih banyak sekali kekurangan dalam melakukan simulasi seperti memasang dan menggunakan peralatan, menyusuri lintasan yang telah dibuat, dan ada yang bingung hingga tergantung lama diatas pohon. Dalam pelatihan simulasi tersebut didapatkan satu pengalaman baru yaitu cara penguncian auto/simple stop yang berbeda dengan yang biasa kami pakai. Selesai simulasi kami kembali ke basecamp dan menunggu kelompok pertama kembali sembari istirahat dan makan siang.








Pukul 13.30 kelompok pertama datang dan kami bersiap-siap untuk berangkat eksplor. Dua puluh menit kami kelompok dua berjalan menuju gua urang.kami ber-tigabelas melakukan eksplor. Gua ini berlumpur dan dialiri air sungai, kedalaman air dalam gua ini bervariasi ada yang dalam dan juga dangkal sehingga kita dapat berenang saat melewatinya. Tidak lupa kami kenakan pelampung yang sudah disiapkan oleh panitia saat memasuki gua urang tersebut. Didalamnya banyak sekali ditemukan ornamen gua yang indah dan binatang yang ada di dalamnya antara lain udang, jangkrik, semut, dan ikan. Ketika kami sudah marasa capek, akhirnya kami memutuskan untuk keluar dan mengakhiri ekplor di Gua Urang. Setelah sampai diluar gua, kami beristirhat sejenak. Setelah meras cukup beristirahat kami melanjutkan perjalanan pulang menuju basecamp. Setelah sampai di basecamp kami melihat ternyata kelompok satu belum selesai melakukan simulasi. Sembari menunggu kelompok satu selesai simulasi kami beristirahat. Pukul 20.00 WIB kelompok satu selesai simulasi kemudian kita makan malam bareng dan di lanjutkan dengan evaluasi kegiatan yang telah dilakukan. Setelah itu kita membahas kegiatan yang akan dilaksanakan besok untuk menyusuri Gua Kembang, dan memilih peserta yang akan melakukan riging untuk memasang lintasan yang akan dilewati oleh peserta yang akan menyusuri Gua Kembang atau lebih dikenal dengan nama gua vertikal. Marko-polenx dari ARGAJALADRI sebagai rigingmen dan Cengkir dari MAPALAST sebagai asisten riging.

Keesokan harinya setelah bangun tidur dan mandi, kami bersiap-siap berangkat menuju lokasi bersama Marko-polenx, Bulus, Jemblux. Kemudian Marko-polenx memulai rigging dan saya bersiap-siap untuk membantu apa yang diperlukan saat rigging. Untuk menuju lintasan yang di buat Marko-polenx, saya membuat lintasan dari 2 webing sebagai pengaman saat akan masuk gua. Karena back up yang di buat Marko-polenx agak jauh dan sebelumnya sudah saya konfirmasikan dengan Marko-polenx untuk mengantisipasi agar tidak terjadi sesuatu. Setelah Marko-polenx selesai membuat lintasan saya turun ke bawah, tapi saya menggunakan lintasan yang dibuat oleh Jemblux, karena saya harus memubat deviasi di lintasannya agar tidak ada friksi. Sesampainya di bawah saya istirahat dan menunggu peserta yang turun dan ada juga peserta yang bernama nurul yang nyangkut di lintasan saat melewati deviasi dan akhirnya di rescue oleh Pratikno tapi dia juga bingung akhirnya dia turun lalu di rescue oleh mas bulus dan dia dapat turun ke bawah. Setelah selesai, peserta dapat memasuki gua secara bergantian hingga selesai dan saya naik keatas sekalian clining di lintasan pertama dan mas Marko-poleng clining lintasan ke-dua . Kegiatan pun selesai, kami semua kembali menuju basecamp. Sesampainya di basecmnp kita bersih-bersih lalu kami bersiap-siap untuk pulang ke Semarang. Setelah semuanya siap kami berpamitan dengan Bapak Bambang Sumantri lalu berangkat menuju Semarang.









Presentasi Pengembaraan

Presentasi pengembaraan Calon Anggota Muda Mapalast di laksanakan pada hari minggu 10 Mei 2009 di Sekretariat Mapalast Kampus Stikubank. Presentasi tersebut dimaksudkan untuk melaporkan dan mempertanggung jawabkan hasil pengembaraan oleh calon anggta muda dengan spesialisasi divisi yang telah diambil oleh masing-masing calon anggota muda.



Dalam presentasi Calon Anggota muda melaporkan hasil pengembaraan dan dilanjutkan dengan sesi Tanya-jawab oleh pengurus Mapalast.
Pukul 10.00 WIB presentasi Calon anggota muda di awali dengan pembukaan oleh Sri Kartini (Cengkir) yang dalam pelaksanaan pengembaraan mengambil divisi caving sebagai spesialisasinya, dilanjutkan oleh Nafi (Kliwon) dengan spesialisasi Rock climbing, Linggar (Logok) dengan spesialisasi Gunung Hutan dan terakhir Giska (Keling) yang mengambil spesialisasi Rock Climbing.

Setelah semua calon anggota muda selesai mempresentasikan laporan serta mempertanggung jawabkan hasil pengembaraan di depan pengurus, sekitar pukul 15.40 WIB calon anggota muda beserta pengurus menuju wall climbing Mapalast untuk Upacara penyematan Syall sebagai tanda diterimanya mereka menjadi Anggota Muda Mapalast.
Upacara penyematan syall berjalan khidmat dan lancar, bertindak sebagai penyemat syall adalah Dhian Ary Anugrah (Gembel) selaku Litbang Mapalast, setelah upacara penyematan satu per satu pengurus dan alumni memberikan ucapan selamat kepada semua anggota muda angkatan II Mapalast.





Acara ditutup dengan makan bersama sebagai tanda syukur kami yang telah menyelesaikan salah satu program kerja Mapalast, walaupun masih banyak terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya tapi kami berharap dapat menjadi pelajaran yang sangat berharga baik bagi pengurus ataupun bagi anggota muda Mapalast.



PERJALANAN PENGEMBARAAN ROCK CLIMBING

PERJALANAN PENGEMBARAAN ROCK CLIMBING

Pendamping :
1.Siti Kuntari
2.Sugiono
3.Anwar Rozi
4.Ahmad Ari Budianto ( FPTI JAWA TENGAH )
5.Budi Purwanto (FPTI SEMARANG )

Peserta :
1.Ahmad Nafi’ (Kliwon)
2.Gizca Dwi Putri (Keling)


Minggu,26 April 2009
Pada pukul 10.00 kami berkumpul di basecamp mugas.Sambil menunngu kumpul semuanya,anak – anak sambil ngobrol – ngobrol dan mempersiapkan keberangkatan. Setelah pada kumpul semuanya pukul 11.30 melaksanakan upacara pemberangkatan.Dan jam 12.40 berangkat dari basecamp mugas menuju tebing suing.Perjalanan yang santai kita lewati dan tiba – tiba hujan turun sangat deras di daerah Jambu kita pun berteduh di pos ojek sambil makan roti dan ngobrol – ngobrol asyik.

Senin, 27 April 2009
Sekitar 14.38 kita melanjutkan perjalanan walaupun hujan masih rintik – rintik.Sekitar jam 15.28 kita sampai di alun – alun Magelang,kita makan siang (mie ayam) sambil ngobrol – ngobrol dan tertawa.Selesai makan kita melanjutkan perjalanan,sesampanya di daerah Sleman kita terkena hujan,kita pun berteduh di bengkel mobil sambil menunggu hujan berhenti.Namun hujan tak berhenti juga tapi kita tetap melanjutkan perjalanan sampai hujannya berhenti dengan sendirinya.Sekitar jam 20.21 kita berhenti di kucingan daerah Patuk sambil menunngu maz arek dan ,ba tari dating.Sekitar jam 21.13 kita melanjutkan perjalanan,karena jalanan malam kita bingung mencari lokasi tebing suing dan kita pun bertanya kepada penduduk setempat. Sekitar + 30 menit lagi sampai lokasi tujuan,ban motor mas Cilik bocor sehingga kami berhenti di tempat yang sangat sunyi sambil ngobrol – ngobrol. Dan sekitar jam 23.00 kami melanjutkan perjalanan sampainya di basecamp pemanjat tebing siung jam 23.25.Sebelim istirahat tidur kami briffing dulu,selesi briffing kami istirahat buat kegiatan pengembaraan hari petama esoknya.
Pukul jam 06 pagi bangun kita langsung persiapan untuk melakukan MCK selesai anak-anak mck dan sarapan pagi pun dihidangkan maka kami dan tim pendamping pengembaraan dari mapalast maupun dari FPTI langsung saraapan pagi,sebelom itu semua sambil menunggu tim mck mz cilek melakukan cek list alat guna pemanjatan sport dan simulasi artificial, kami pun disuruh melekukan pemasangan berbagai pengaman ,
Saya berhasil memasang pengaman 2 hexa,sling webbing lewat lubang tembus pastinya
,1 frend lewat rekahan, dan 2 piton angel dan pipih. Kemudian simulasi pemanjatan artifial pun di mulai saya bertindak sebagai leader/atau pemasang jalur dan nafi sebagai team atau cleaning,saya berhasil memasang 3 sling webbing lewat lubang tembus dan 1 pyton.Kendala yang saya hadapi dalam membuat jalurnya yaitu susahnya ntuk mencari lubang tembus dan susah mencari pengaman kalau sudah berada di atas tebing.Selesai simulasi artificial istirahat makan siang.Dan selesai itu kami melanjutkan pemanjatan sport.Pada pemanjatan sport diblok D2 saya gambling dari ketinngian kurang lebih 7 meter karena harnest yang saya gunakan longgar.Sekitar jam 16.23 kami selesai pemanjatan kami pun langsung ceklist alat dan melakukan perjalanan pulang ke basecamp.Sesampainya kami langsung ISOMA.Dan jam 18.50 kami pun makan malam yang sudah dihidangkan,selesainya kami langsung evaluasi dan briffing.Setelah kami langsung istirahat tidur.

Selasa, 28 April 2009
Seperti biasanya kami pun bangun pagi dan langsung mck dan ceklist alat,sampai sarapan pagi pun telah dihidangkan dan kami pun makan pagi,selesai makan kami langsung persiapan pemberangkatan untuk pemanjatan artificial MR di blok H.Sesampainya di tujuan kami langsung melakukan pemanjtan,sebelumnya panjatan kami memasang alat yang akan digunakan untuk pemanjatan artificial.Saya sebagai pemanjat pertama memebawa alat pengaman sisip yang banyak dan Nafi sebagai belayer.Dan saya mulai pemanjatan,saya mencari celah untuk memasang pengaman pertama,mz arek mencari celah untuk pengaman saya yang pertama dan pengaman kedua,dan saya melanjutkan untuk mencari celah selanjutnya.Sekitar diketinngian 6,5 meter saya menemukan celah untuk pemasangan pyton,dan diketinggian 7,5 meter saya memasang pengaman 2 pyton dan 1 pengaman hanger yang sudah ada di tebing.Kemudian pemanjat kedua naik dan saya sebagai pengaman tetapi tidak berhasil akhirnya kami pun turun.Pemanjat kedua turun pertama sambil cleaning alat yang belayer saya sendiri,setelah pemanjat kedua sampai di bawah saya yang akan turun berikutnya dengan menggunakan simpul tarik lepas.Dan pada saat saya mau turun ada trouble di atas,carabiner yang saya pasang dihanger susah untuk dilepas akhirnya saya kesulitan.Dan saya dibantu dari pendamping yang berada di bawah dan akhirnya saya bisa turun.Karena ada trouble tadi saya,pendamping agak emosi dan saya pun nangis dan langsung kebasecamp.
Malam harinya selesai anak – anak makan malam kita langsung evaluasi dan briffing.Setelah itu kaita langsung istirahat.



Rabu, 29 April 2009
Kita bangun jam 6 pagi seperti biyasanya,kita melkaukan mck + ceklist alat dan sarapan pagi.Setelah sarapan pagi kita langsung persiapan pemberangkatan hari terakhir untuk pemanjatan terakhir.

Untuk pemanjatan terakhir kita menggunakan pemanjatan sport.Pemanjatan pertama di blok F,Nafi sebagai leader dan saya sebagai belayer.Pemanjatan kedua di tebing G dengan 2 jalur pemanjata sport.Selesai pemanjatan kita langsung cleaning dan cek list alat dan perjalanan pulang ke basecamp.Sampai di basecamp kita refreshing di pantai sebelim melanjutkan perjalanan pulang ke semarang.Sekitar 2 jaman bermain di pantai kita persiapan pulang,sebelum pulang kita makan siang dibasecamp,setelah makan kita langsung pamitan dengan pemilik basecamp.Kemudian kita melanjutkn perjalanan pulang ke semarang.

PERJALANAN PENGEMBARAAN CAVING MAPALAST

PERJALANAN PENGEMBARAAN CAVING MAPALAST

Lokasi : Goa Jomblang
Ds. Jetis Wetan
Kec. Semanu Kab. Gunung Kidul
Karakter : Gua Vertikal dan Horisontal
Depth : 1 Pitch = 51,06 m

Team :
Leader : Sri Kartini ( Cengkir )
1.Artika Nasution ( Mbo Dhe )
2.Yayang Sugianto (Pendamping)
3.Andrie Juliardi (Pendamping)

Waktu : Hari Minggu – Rabu
Tanggal 26 – 29 April 2009
Biaya : Rp. 600.000,-
Kronologis Kegiatan : Terlampir
Estimasi Dana : Terlampit
Profil Lokasi : Terlampir

Pelaksanaan Kegiatan
26 April 2009
Pukul 10.00 wib saya kumpul di Basecamp bawah bersama kawan – kawan dan senior MAPALAST, Setelah itu aku mempersiapkan dan menceklis ulang peralatan yang akan saya bawa. Sekitar pukul 01.00 wib saya bersama kawan – kawan satu angkatan dan semua senior MAPALAST melaksanakan upacara pembukaan pengembaraan. Setelah upacara itu selesai saya bersama kawan – kawan satu angkatan bersiap – siap berangkat menuju tempat yang sudah di tentukan untuk pengembaraan sesuai divisi masing – masing.

Pukul 14.20 wib saya sudah meninggalkan basecamp menuju tempat tujuan tetapi saya dan team saya singgah ke basecamp atas untuk mengambil peralatan yang masih tertinggal di basecamp atas lalu kami melanjutkan perjalanan dan di tengah perjalanan tepatnya di daerah bayumanik kami kehujanan dan akhirnya kami singgah dulu ketempat mas bulus sampai hujan reda.

Pukul 16.10 wib kami melanjutkan perjalanan meskipun cuacanya masih gerimis tp tidak lama kemudian reda. Kami terus melanjutkan perjalanan dan akhirnya kami sampai di magelang dan bertemu dengan team rock clambing dan kami bersama – sama melanjutkan perjalanan. Di tengah perjalanan tepatnya saat memasuki jogja hujan turun lebat sekali tapi itu tidak membuat saya dan semua tim menyerah, kami menggunakan jas hujan dan melanjutkan perjalanan sampai ke jogja dan di perjalan itu kami kebanjiran dan kami basah kuyup semua.
Pukul 18.45 wib kami sudah sampai kota jogja dan pukul 19.15 kami mampir dulu ke basecamp MAHAMERU untuk ganti baju dan meminjam jaket.setelah itu kami melanjutkan perjalanan yang jauh dan jalannya yang naik dan berbelok – belok. Sekitar pukul 23.10 wib kami mampir ke alfamart untuk membeli konsumsi, obat – obatan dan perlengkapan yang kami butuhkan di gua lalu kami melanjutkan perjalanan dan akhirnya kami tiba di basecamp sekitar jam 00.00 wib lalu istirahat sebentar lalu saya mengeluarkan alat – alat dari tas, kemudian kami evaluasi bersama – sama dan selesai sekitar jam 02.30 wib lalu kami tidur.

27 april 2009
Pukul 07.30 wib saya terbangun dan udara yang sejuk di pagi hari membuat saya bersemangat untuk melaksanakan kegiatan, kemudian saya pergi mandi dan membereskan semuanya.sekitar pukul 10.30 saya mempersiapkan dan menceklis alat yang saya bawa untuk melaksanakan pengembaraan, menyiapkan konsumsi yang di bawa di dalam gua dan merapikan basecamp sampai pukul 12.00 wib. Pukul 12.30 kami makan siang lalu kami persiapan menuju gua jomblang.
Pukul 13.30 wib kami berangkat menuju goa tapi sebelumnya kami berdoa bersama setelah itu baru berangkat. Kami harus menempuh perjalanan dengan jalan kaki sekitan 1 jam dan itu sangat melelahkan sekali tapi akhirnya kami sampai juga di mulut gua lalu kami istirahat sebentar dan setelah itu saya di bantu oleh mbo dhe langsung melaksanakan kegiatan yaitu meping mulut gua. Saya selesai meping sekitar jam 16.30 lalu istirahat sebentar. Sekitar pukul 17.15 wib saya membuat lintasan untuk menuju teras yang akan saya gunakan untuk riging, saya membuat lintasan itu dengan menggunakan webbing sampai teras tersebut lalu kemudian mdo dhe, mas jelo, dan mas bulus baru turun.

Lalu kemudian aku riging ke bawah dan pada saat aku riging tersebut aku sangat takut sekali dan sesampainya di bawah aku istirahat sambil menunggu yang lain turun ke bawah.pada saat aku menunggu yang lain turun aku takut sekali dan aku nggak berani melihat kanan kiri aku dan aku selalu melihat ke atas melihat yang lagi turun. Sekitar pukul 22.00 kami sudah berada d bawah semua terus kami melanjut kan perjalanan untuk nencari tenpat untuk tidur. Setelah kami menemukan tempat tersebut kami langsung istirahat dan makan setelah itu kami evaluasi kegiatan dan ternyata banyak sekali kesalahan yang aku perbuat saat riging tadi setelah itu kami tidur di dalam gua bersama – sama.
Saat aku tidur aku sempat terbangun dua kali karna saya mendengar ada wanita tertawa, meskipun saya takut saya mencoba memberanikan diri untuk bangun dan melihat siapa yang tertawa, awalnya saya berpikir pasti tika yang tertawa tapi setelah saya lihat semuanya pada tidur dan aku tambah takut lalu aku langsung melanjutkan tidur aku kembali.

28 April 2009
Pagi jam 08.00 wib saya sudah bangun untuk bersiap – siap pergi ke sungai bersama tika untuk ambil air, cuci muka dan membersihkan diri lalu kami kembali dan masak untuk makan pagi. Setelah makan pagi saya mempeking semuanya dan persiapan untuk melaksanakan kegiatan selanjutnya.
Sekitar pukul 10.30 wib saya bersama tika dan juga mas bulus bersama mas jelo berangkat menuju tempat yang dijadikan tempat fotografi dan untuk mencapai tempat tersebut saya harus melewati sungai yang dalam.setelai sampai tempat tersebut saya belajar untuk fotografi dan berfoto di tempat yang di jadikan objek fotografi tersebut dan di situ sya melihat kepiting transparan.setelah iti kami kembali kea tan untuk melanjutkan meping tapi sebelumnya dan tidak ketinggalan kami berfoto – foto dulu di gua grubug.
Pukul 13.00 wib saya di bantu oleh tika melanjutkan meping di dalam gua sampai ke tempat kami membuat lintasan untuk naik kembli keatas dan itu selesai sekitar pukul 21.10 wib dan saat meping tersebut saya sempat terjatuh dan saya kehilangan klino dan ini adalah hal yang buruk yang aku lakukan karena aku tidak bisa menjaga alat lalu kami istirahat.lalu mas jelo dan mas bulus naik terlebih dahulu kemudian tika dan saya terakhir sambil klining tapi saat tika naik saya masih melanjutkan meping terus saya baru naik tapi saya takut sekali karena saya naik paling belakang dan harus menunggu di bawah sendirian tapi meskipun seperti itu saya tetap memberanikan diri di bwh sendirian.
Pukul 23.40 wib kami sudah selesai dan pulang menuju basecamp dan harus menempuh perjalanan dgn jalan kaki lagi untuk mencapai bescamp. Sekitar pukul 01.00 kami sampai basecamp kemudian kami istirahat. Kemudian aku mandi dan istirahat sambil menunggu mas jelo dan tika pergi untuk mencari makan karena kami lapar sekali. Sekitar pukul 02.00 aku makan lalu tidur sampai siang.

29 April 2009
Jam 11.00 saya baru bangun lalu mandi terus pecking peralatan pribadi terus saya pecking sekalian ceklis alatdan selesai pukul 12.30 wib lalu makan siang terus istirahat baru sekitar jam 16.00 kami pulang ke semarang dan kami sebelumny sudah janjian sama anak – anak rock climbing bertemu di suatu tempat untuk pulang bareng. Setelah kita ketemu lalu kita melanjutkan perjalanan pulang tapi karena kita kemaleman kita menginap di ASC. Pagi harinya kita pulang tapi sebelumnya kita mampir ke MAHAMERU mengembalikan jaket yang aku pinjam dan kami istirahat lagi di situ sampai sore baru setelah itu kami pulang menuju semarang dan sampai semarang sekitar puku 19.00 lalu kita istirahat di basecem Mapalast tercinta.

SELAMATKAN BUMI KITA!!!

”Earth is enough to satisfy every man’s need, but not every man’s greed.”
“Alam ini akan selalu mampu mencukupi kebutuhan makan bagi penghuninya, tetapi tidak mampu untuk mencukupi satu saja manusia yang rakus”
Mahatma Gandhi

Pengantar
Setiap tanggal 22 April 2008 kita memperingati hari Bumi, planet yang telah berusia kurang lebih 5.500.000.000 tahun. Hari Bumi ini di Indonesia sebenarnya tidak lazim diperingati sebelum tahun 1972, apalagi saat itu kekayaan alam kita masih sangat banyak dan kondisi lingkungan hidup kita masih jauh lebih baik, sehingga rasanya pada saat itu orang Indonesia masih “belum perlu” merasa khawatir untuk menyelamatkan bumi dan lingkungannya.

Gagasan hari bumi sendiri muncul dari seorang senator dari Amerika Serikat Gaylorfd Nelson yang menyaksikan betapa menurunnya kualitas lingkungan di bumi yang hanya satu-satunya tempat hidup manusia. Kerusakan yang juga disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri sudah kian menjadi-jadi, sehingga setelah menyampaikan pidatonya di Seattle pada tahun 1969, Gaylorfd bersama dengan teman-teman LSM, 1500 perguruan tinggi, dan 10.000 sekolah, turun ke jalan untuk mengadakan aksi penyelamatan bumi dari kerusakan.
Segera setelah aksi tersebut berturut-turut terjadi pergerakan dalam upaya penyelamatan bumi mulai dari Konferensi Tingkat Tinggi Lingkungan Hidup pada tahun 1972 di Stockholm, konferensi tingkat dunia yang membicarakan lingkungan dunia global di Rio de Janeiro pada tahun 1992 yang menyepakati Forestry Principle yang menekankan pentingnya hutan bagi masa depan umat manusia.


Untuk pertama kalinya dalam sejarah kita memiliki persetujuan yang mengikat secara hukum berkaitan dengan perlindungan lingkungan hidup untuk mengurangi emisi gas rumah kaca yaitu melalui Protocol Kyoto. Tetapi agar kesepakatan tersebut dapat dilaksanakan secara operasional, maka harus diratifikasi oleh 55 negara. Ratifikasi tersebut juga harus mencakup negara penghasil 55% emisi gas rumah kaca dunia, yang berarti bahwa negara-negara industri besar harus meratifikasinya. Pada saat itu hanya sedikit negara industri besar yang meratifikasinya, hingga terselenggaranya konferensi Global Warming baru-baru yang diadakan di Bali yang menghasilkan Bali Roadmap, hanya tinggal Amerika Serikat yang masih belum meratifikasinya.

Indonesia sebagai “Zamrud Katulistiwa”
Indonesia yang dikenal sebagai zamrud khatulistiwa adalah sebuah negara kepulauan yang terbentang antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Lebih dari 17.000 pulau telah tercatat, 6.000 di antaranya merupakan pulau berpenghuni. Indonesia juga diberkahi dengan lintasan khatulistiwanya di area Asia Tenggara. Luas total daratan mencapai 1.811.570 km2 dan 63 persen (1.134.330 km2) masih berupa hutan. Sementara itu luas total wilayah air adalah 317 juta hektare termasuk zona ekonomi eksklusif (ZEE) 473 ribu hektare. Penduduknya terdiri dari 600 kelompok etnik, diperkirakan jumlahnya telah mencapai 210 juta jiwa pada 2002, dengan hampir 80 persen tinggal di Pulau Jawa (Data BPS dan KLH). Kekayaan alamnya yang memiliki 25.000 hingga 30.000 spesies tumbuh-tumbuhan atau sekitar 10% dari jumlah total spesies tumbuhan yang ada di dunia, walaupun luas Indonesia hanya 1,3% dari permukaan bumi, saat ini lebih dari 590 spesies tumbuhan di Indonesia dalam resiko akan terancam punah atau telah punah.

Indonesia setidaknya mempunyai 47 ekosistem unik. Walaupun luasnya hanya 1,3 persen dari permukaan dunia, namun 17 persen dari spesies di dunia hidup di Indonesia, melebihi segala bentuk kehidupan dari seluruh Benua Afrika. Dalam hitungan persen, Indonesia setidaknya memiliki 11 persen dari spesies tanaman bunga dunia, 12 persen spesies mamalia dunia, 16 persen dari seluruh spesies amfibi dan reptil, 17 persen dari spesies buning dunia, dan 37 persen dari spesies ikan di dunia. Dalam hal jumlah, Indonesia mempunyai 515 spesies mamalia, peringkat pertama di dunia, dan 36 persen endemik. 122 spesies kupu-kupu, angka tertinggi di dunia, 44 persen endemik. Lebih dari 600 spesies reptil (peringkat ketiga di dunia), 153 spesies burung (28 persen endemik) dan lebih dari 270 spesies amfibi, merupakan peringkat lima besar dunia, serta 28.000 tanaman bunga, menduduki peringkat ketujuh dunia.
Dalam hal kelautan Indonesia menempati pusat Indo-pacific biogeographic kelautan dan posisinya yang strategis antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik sehingga tidak mengherankan jika sangat kaya akan variasi kelautan dan pesisirnya. Misalnya, hutan mangrove terbesar di Asia, padang lamun, dan hamparan terumbu karang. Indonesia mempunyai hutan mangrove seluas 3,8 juta hektare yana menempatkan Indonesia sebagai pemilik hutan mangrove terbesar di dunia. Disusul oleh Nigeria 3,24 juta hektare dan Australia 1,6 juta hektare. Hampir 2/3 dari perbatasan laut Indonesia ditutupi oleh terumbu karang yang diperkirakan mencapai 7.500 km2. Banyak kehidupan yang bergantung pada keberlangsungan eksistensi terumbu karang, seperti pemijahan ikan dan lebih dari 200 jenis ikan hias (Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Konphalindo, Atlas of Biodiversity in Indonesia. Jakarta. 1995)

Hal ini hanya untuk menunjukkan betapa Indonesia itu kaya akan potensi yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk rakyat Indonesia dengan konsep lestari dan berkeadilan. Kerusakan ekosistem dan lingkungan di Indonesia akan mempengaruhi dunia, karena potensi hal tersebut di atas. Akan tetapi Indonesia menerapkan kebijakan yang salah kaprah, dengan dukungan negara-negara industri besar dunia terjadi perusakan besar-besaran, sehingga berdampak pada diri sendiri dan dunia. Anehnya setelah rusak, kita yang dipersalahkan dan diminta harus menanggung beban tersebut.

Kerusakan Hutan Indonesia Awal Malapetaka
Kerusakan hutan merupakan awal dari siklus penurunan kualitas lingkungan hidup, karena hutan merupakan bagian terpenting dalam siklus ekologi. Kerusakan hutan di Indonesia sudah dalam tingkat yang membahayakan. Pemerintah daerah dengan adanya otonomi daerah berlomba-lomba mengeruk sumber daya hutannya untuk mencukupi kebutuhan dana pembangunan daerahnya, yang sering menguntungkan perseorangan atau kelompok elit daerah. Bahkan kadangkala tidak adanya rencana yang sesuai dengan kaidah-kaidah lingkungan hidup, kalaupun ada sering dilanggar, daerah-daerah yang “haram” untuk disentuh, seperti Taman Nasional, Hutan Lindung, dan sejenisnya, terpaksa harus dibabat atas nama kebutuhan “rakyat”. Jika perijinan sulit, maka jurus-jurus lama dikeluarkan melalui upaya tidak terpuji yang justru melibatkan aparat yang seharusnya bertugas menjaganya. Dengan prinsip “semakin banyak pihak yang terlibat, maka akan semakin aman dan lancar upaya ilegal loging dan pencurian kayu hutan”.
Akibatnya tercapailah prestasi terbesar pemerintah yaitu diraihnya predikat untuk Indonesia sebagai negara dengan laju kerusakan hutan (deforestasi) yang tercepat di dunia (Guinness Book of World Records – April 2007). Indonesia dinilai bertanggung jawab atas menciutnya kapasitas paru-paru dunia dan juga dituduh sebagai negara yang membiarkan berlangsungnya illegal loging dan pembakaran hutan untuk lahan perkebunan. Indonesia bersama Papua Nugini dan Brasil mengalami kerusakan hutan terparah sepanjang kurun 2000-2005. Menurut Badan Pangan Dunia (FAO), Indonesia menghancurkan kira-kira 51 kilometer persegi hutan setiap harinya, yang nilainya setara dengan hancurnya 300 lapangan bola setiap jam. Hal ini disebabkan oleh karena hutan alam Indonesia secara legal dieksploitasi di bawah kebijakan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) dan Hutan Tanaman Industri (HTI). Kedua kebijakan ini membuka peluang eksploitasi hutan yang menguntungkan para taipan pemegang konsesi. Sistem HPH dan HTI sangat bertanggung jawab atas percepatan laju deforestasi di Indonesia.

Departemen Kehutanan mengeluarkan angka deforestasi Indonesia sepanjang tahun 1997-2000 sebesar 2.84 juta hektar per tahun, sedangkan sepanjang tahun 2000-2005 mencapai 1.8 juta hektar per tahun. Menurut Green Peace luas hutan Indonesia pada tahun 1950 berjumlah 162 juta hektar (84%), kemudian menjadi 119 juta hektar (64%) pada tahun 1985, dan terus menurun pada tahun 1997 menjadi 98 juta hektar (50%), hingga kini (2005) tersisa 85 juta hektar (43%). Menurut GreenPeace, dalam separuh abad terakhir Indonesia telah kehilangan separuh dari hutannya, sehingga yang tersisa adalah 55 juta hektar, tetapi Departemen Kehutanan mencatat luas hutan Indonesia 133.57 juta hektar. Dari luas hutan tersebut jumlah hutan Papua yang masih tersisa seluas 40.546.360 hektar. Hutan gambut di Indonesia yang mencapai 22,5 juta hektar dan di Riau menyimpan hampir separuhnya, sebentar lagi sudah tinggal kenangan. Padahal dengan dilakukannya konversi hutan gambut tersebut berakibat dilepaskannya 1.100 juta ton Co2 (Karbondioksida) per tahun ke atmosfir Indonesia, yang menjadi biang keladi “Green House Effect” (Cifor, 2007).

Belum lagi di sektor kelautan, sektor dalam bidang kelautan yang paling parah mengalami kerusakan adalah hutan mangrove dan terumbu karang, akibat dari sistem pertanian dan pertambakan yang tidak terencana dan terkontrol. Diperkirakan hanya tinggal 60 persen hutan mangrove kita masih dalam kondisi baik, namun pada saat yang sama lebih dan 840.000 hektare hutan mangrove akan diubah menjadi lahan pertambakan. Terumbu karang yang merupakan habitat kehidupan laut juga mengalami ancaman hebat. Terutama dari praktik penangkapan ikan yang destruktif, yaitu dengan pemboman ataupun pemakaian racun. Sektor pariwisata juga mengancam kehidupan terumbu karang dengan pemakaian terumbu karang sebagai pondasi dari cottage yang dibangun untuk kepentingan industri pariwisata.

Jadi berdasarkan Laporan Status Lingkungan Hidup tahun 2006 dapat diambil kesimpulan bahwa kerusakan alam kita sudah sangat parah, mulai dari air, udara, dan lahan atau hutan. Ketersediaan air bersih cenderung menurun sebesar 15-35 % per kapita per tahun, karena kerusakan lingkungan di daerah tangkapan air, sehingga saat hujan tidak banyak air yang meresap ke dalam tanah, dan sebagian lagi mengalir menjadi aliran permukaan yang mengakibatkan banjir, sebaliknya di musim kemarau, ancaman kekeringan semakin besar karena kurangnya ketersediaan air. Terjadinya penurunan kualitas air karena masuknya bahan pencemar air dari limbah industri, air limbah domestik maupun sampah. Terjadi pula penurunan kualitas udara yang sangat seius, khususnya di kota-kota besar akibat emisi yang masuk ke udara ambient melebihi daya dukung lingkungan. Kondisi sumberdaya lahan dan hutan kita ditandai dengan kerusakan lahan dan hutan mencapai 59.2 juta ha dengan laju deforestasi mencapai 1.19 juta ha per tahun.

Dampak Investasi Asing Pada Kerusakan Lingkungan
Investasi asing turut juga menyumbangkan kerusakan bumi Indonesia. Selain merugikan karena hasil bumi kita dikeruk hanya untuk kepentingan bangsa asing dan sedikit dari elite kekuasaan, juga akibat jangka panjang untuk generasi selanjutnya adalah kerusakan lingkungan. Kerusakan lingkungan ini secara luas dan masif sudah terjadi sejak tiga dekade terakhir. Ditandai dengan kelahiran tiga paket UU yang membuka peluang eksploitasi sumber daya alam Indonesia secara masif, yaitu UU Kehutanan 1967, UU Pertambangan 1967, dan UU Penanaman Modal Dalam dan Luar Negeri 1967. Akibatnya terjadi dampak yang mengerikan yaitu banyak investor asing yang masuk ke Indonesia yang mengeksploitasi sumberdaya alam Indonesia tanpa aturan perlindungan lingkungan dan kesadaran lingkungan yang belum berkembang seperti sekarang, sehingga mereka beroperasi tanpa dibebani kewajiban sosial dan lingkungan. Bahkan, oposisi dari masyarakat baru muncul pada tahun 1980-an berupa protes masyarakat atas rusaknya lingkungan mereka akibat aktivitas pertambangan. Sebut saja Suku Amungme dan Komoro di Papua Barat yang bersengketa dengan Freeport mengenai lahan mereka; perusahan minyak Mobil Oil di Aceh, dan tambang Newmont di Sulawesi Utara.

Pada era pemerintahan Bung Karno, dengan tegas beliau menolak meminta pinjaman untuk pembangunan atau membuka lebar-lebar pintu investasi asing. Padahal ketika itu tahun 1945, dimana Indonesia baru saja memproklamirkan kemerdekaannya. Bung Karno pada saat itu bahkan ingin agar Indonesia dibangun sendiri oleh pemuda-pemudi terampil yang telah berhasil menempa ilmu baik di dalam dan di luar negeri. Tetapi bukan berarti bahwa Bung Karno anti modal asing. Hal ini tercermin ketika Megawati Soekarnoputri yang saat itu berusia 16 tahun bertanya padanya perihal mengapa Bung Karno tidak segera bertindak untuk mengelola sumber daya alam Indonesia, padahal saat itu istana selalu ramai dikunjungi investor asing yang minta kepada Bung Karno supaya dibolehkan mengeksplorasi dan mengeksploitasi minyak dan sumber daya mineral lainnya. Bung Karno selalu menolak kecuali untuk hal-hal yang sangat urgent dan minimal sekali dalam pemenuhan kebutuhan yang mendesak. Bung Karno menjelaskan kepada Megawati : “Nanti Dis (nama panggilan Mega), kita tunggu sampai kita mempunyai insinyur-insinyur sendiri !”.

Bung Karno ingin menggarap sumber daya mineral yang ada di bumi Indonesia oleh insinyur-insinyur Indonesia sendiri yang sedang disiapkannya. Bung Karno lebih mencintai bangsanya tanpa merugikan orang lain dan memimpikan bangkitnya perusahaan-perusahaan minyak Indonesia seperti Shell, Exxon Mobil, Chevron, Total dan sebagainya. Dalam era Presiden Soekarno utang luar negeri kita hanya sebesar US$ 2 miliar. Sumber daya alam kita praktis utuh. Tetapi memang kondisi ekonomi kita hancur pada saat itu, bahkan inflasi mencapai 600%. Terlantarnya ekonomi dan tidak adanya perhatian terhadap pembangunan ekonomi bukan berarti Bung Karno tidak mengerti ekonomi. Bung Karno tidak mengundang modal asing secara besar-besaran, dan tidak mempersilakan akhli-akhli asing mengendalikan Indonesia, karena Bung Karno mengerti betul konsekuensi jika politik kita tidak berdaulat dan ekonomi kita tidak mandiri. Bung Karno terfokus untuk menggembleng bangsa Indonesia menjadi satu nation yang diikat dengan Tunggal Eka dalam Kebhinekaannya membutuhkan waktu dan prioritas tinggi, sehingga pembangunan ekonominya tidak terlampau tertangani. Selain itu dalam periode tersebut terjadi banyak gangguan seperti pemberontakan DI/TII, RMS, PRRI/Permesta, dan rongrongan dari kekuatan-kekuatan geopolitik.

Setelah Soekarno tumbang oleh kekuatan asing (Amerika), penggantinya Soeharto dengan triumviratnya yaitu Adam Malik dan Hamengkubowono IX, di Genewa bersepakat dengan para kapitalis besar Amerika membagi kekayaan alam Indonesia kepada penguasa modal besar Amerika Serikat tersebut. Papua, Sulawesi, Jawa, dan Sumatera dibagi habis. Sehingga ketika Soeharto berkuasa, segera dibukalah selebar lebarnya pintu investasi asing melalui UU No.1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Dalam dan Luar Negeri, yang hingga saat ini tidak ada upaya untuk mengambil alih kembali perusahaan tersebut, walaupun insinyur, PhD, dan Professor kita sudah menumpuk. Freeport masih bercokol di Papua, Newmont di Sulawesi, dan Exxon/Caltex di Jawa dan Sumatera. Apakah tenaga ahli kita tidak mampu? Bohong besar… Kekuatan KKN birokrat dan pengusaha asinglah yang mengatur semuanya agar kepentingan penanaman modal negaranya di Indonesia tetap dipertahankan. Biarlah kekayaan alamnya dikeruk mereka dan rakyat Indonesia yang menanggung kerusakan alamnya. Puluhan universitas ternama telah bertahun-tahun mencetak sangat banyak insinyur pertambangan, dan di antaranya banyak yang bergelar Ph.D dan Profesor. Namun 92% dari minyak kita tetap dieksploitasi oleh perusahaan-perusahaan asing hingga saat ini. Pertamina hanya mengeksploitasi 8% saja. Formula kontrak bagi hasil mengatakan 85% untuk Indonesia dan 15% untuk perusahaan minyak asing. Namun kenyataan sampai sekarang, 40% dinikmati oleh perusahaan-perusahaan asing dan 60% oleh bangsa Indonesia. Asing tidak memperoleh 15% sesuai dengan kontrak, karena di dalam kontrak itu ada ketentuan bahwa biaya eksplorasi harus dibayar terlebih dahulu sampai habis (tetapi hingga kini tidak habis habis). Yang tersisa untuk kita adalah kerusakan hutan dan lingkungan.
(Bersambung)

Didiek S.Hargono,
Alumnus Fak.Kehutanan IPB dan Fak. Ekonomi UI
Sedang menyelesaikan Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik – FEUI